Berhenti memakai krim dokter (?) Part I

July 29, 2016
Haiii ...

I comeback again this time to share my experience on stop using "krim dokter". How can i?

Aku memiliki jenis kulit yang oily dan cenderung berjerawat. Ketika bangun di pagi hari i always find my face looks so greasy T.T
Pori pori besar. Komedo. Berminyak. Jerawat.

Ketika SMA aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan kulit wajah, hanya berminyak saja, sangat jarang jerawatan. Kulit muka mulai rewel ketika aku kuliah di Semarang. Demi apa, semarang panas!! ... i don't know what i thought about, and how can i voluntarily trapped in that town.
Mungkin karena perubahan cuaca yang cukup drastis sehingga membuat wajahku menjadi berjerawat.

Awalnya aku hanya menggunakan pelembab biasa yang bisa dengan mudah kita jumpai di minimarket terdekat. But it can't handle beruntusan yang ada di dahi, dan kulit masih tetap kusam.

Entah gimana ceritanya, Yo, salah satu temen kuliah aku iseng ngajakin buat perawatan ke Larissa Aesthetic Center.
First impression tentang larissa, tempatnya nyaman, cozy, tapi kita harus nunggu ber jam jam buat perawatan disana. Full!! Yang ngebuat aku tertarik sama larissa adalah tagline dia "Natural Ingredients with High Technology Treatments". Tau kan bahwa sesuatu yang alami akan jauh lebih aman (?)

Dan setelah selesai konsul dengan dokter di larissa, she gave me list of product that suitable with my skin. Varian tea tree. Bagusnya disini adalah dokter ini tidak memaksa kita untuk membeli semua produknya. Main product yang ditawarkan hanya krim pagi nomor 2, facial foam, dan lotion jerawat. Tapi aku memilih menambahkan cleanser dan tonernya juga.

Efeknya?
It works so well on my face. Hasilnya memang tidak instant langsung kelihatan melainkan baru terlihat setelah 1-2 bulan menggunakan produknya. (Supported by facial rutin minimal sebulan sekali).
Rangkaian produk larissa yang aku gunakan

Bahkan setelah itu aku mulai tertarik menggunakan produk perawatan lainnya seperti treatment oil, peeling for acne skin, dan loose powder yang lagi lagi juga for acne skin.
Jerawat yang muncul hanya satu dua, dan itupun sangat jarang sekali. Kulit menjadi cerah, apalagi kalau rajin menggunakan krim malamnya. 

And i have used this product for almost 5 years... karena di madiun juga ada cabang larissa, sehingga aku tidak kesulitan untuk melakukan perawatan maupun mendapatkan produknya.
Untuk ukuran mahasiswa, perawatan di larissa terbilang cukup terjangkau karena tidak terlalu menguras kantong dibandingkan klinik kecantikan lainnya.

Lalu ... kenapa berhenti??

Lanjut post berikutnya ⏩

No comments:

@rynryani. Powered by Blogger.