[REVIEW] Viva Face Tonic Bengkuang

July 13, 2018
Hi Dear!
How was your day?
Pada post kali ini aku bakal review skin care favorit Ibu aku yang udah dipake dari jaman Beliau SMA sampe sekarang. Viva Fave Tonic! More than 40 years tho. OMG ... And her skin still so healthy without any pimples on it. I have almost never seen. But the natural wrinkle still on her face, wisely. Still pretty kok!


Sebelumnya i should tell u guys that aku masih pake Tea Tree Foaming Wash TBS (bakal aku review soon) dan Tea Tree Toner TBS. Literally both of this product makes my skin a little bit dry. Tapi ketika di Madiun, kulit aku baik-baik aja karena hawanya ngga sekering dan segerah rumah Uti. Tapi setelah hampir seminggu di rumah uti, kulitku berubah jadi bener-bener kering. I donut. (Iya don't know)

Nah kenapa aku yang review? Jujur aja dari dulu banget ketika ibu aku pake ini, aku ngga pernah tertarik buat nyoba. Kecuali kepepet karena skincare aku lagi habis. And as what i told you on the post before kalo kulit aku sempet sangat kering gara-gara ngga berhasil beradaptasi dengan angin kering di rumah Uti, dengan penuh keisengan i tried this and my skin got it's moisture back. :)

So happy!

Dari segi kemasan jujur aja menurut aku bentuknya simple tapi desain kemasannya kurang eyecatching. Kaya ya B aja. Seingetku dia baru dua kali ganti desain.

Ketika di-shake, toner ini bakal ngeluarin gelembung-gelembung udara yang lumayan agak lama ilangnya.


Face tonic dari viva punya banyak varian loh, selain bengkuang ada mentimun, spirulina, lemon, greentea dll yang disesuaikan dengan jenis kulit. Khusus bengkuang diformulasikan untuk kalian yang punya kulit normal. Face tonic ini mengandung ekstrak bengkuang dan sunflower yang membuat kulit tampak lebih cerah.

Face tonic merupakan rangkaian dari cleansing "dua langkah" dari viva yang digunakan setelah pemakaian milk cleanser. Sehingga selain dapat menyeimbangkan ph kulit dan membuat kulit lebih segar, juga membantu mengangkat sisa-sisa susu pembersih.

Mungkin ini salah satu faktor kenapa sebagian orang masih menggunakan face tonic dengan cara diusap secara berlebihan. Padahal fungsinya hanya mengangkat sisa susu pembersih, yang sebenernya ngga perlu diusap berlebihan juga pasti keangkat. Akan lebih baik kalo diusap ringan atau di tepuk-tepuk dengan kapas yang telah dibasahi oleh face tonic sebelumnya. Mengusap secara berlebihan hanya akan membuat kulit muka mengalami kemerahan atau iritasi. 

Face tonic ini menurut aku punya formula yang cukup ringan dan dengan aroma yang sama sekali tidak berlebihan. Kalo aku sendiri pake ini sebagai second layer toner. Jadi setelah make toner tbs kemudian ditimpa pake toner ini di atasnya, dengan catatan toner layer pertama bener-bener udah ngeresep di kulit. 


Ada sensasi dingin ketika toner ini diusapkan pada wajah. Hal ini dikarenakan toner ini memang mengandung ethanol atau salah satu turunan alkohol. Di saat muka aku kemaren lagi kering-keringnya, cukup aku taruh di kapas terus aku tempelin di area muka yang kerasa kering selama beberapa menit. Emang kerasa seger sih habis itu dan Alhamdulillahnya sama sekali ngga ada efek negatif yang aku rasain. 


Oh iya face tonic ini udah ada logo halalnya, selain itu aku juga udah cek kandungan dari viva face tonic ini melalui cosdna dan nggada hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan terkait kandungan kimia di dalamnya.

Setau aku hampir seluruh face tonic dari viva mengandung alkohol kecuali yang varian greentea. Mungkin karena diformulasikan untuk kulit yang berminyak dan berjerawat, sehingga menghindari pemakaian alkohol yang merupakan salah satu irritant untuk kulit sensitif.


Fyi, semua rangkaian perawatan dari viva emang terkenal paling murce dan dengan kandungan yang ringan. Sayangnya produk ini masih banyak menggunakan turunan paraben dan alkohol. 

Like:
- formula ringan
- harga sangat affordable
- aroma tidak berlebihan
- memberikan kesegaran di kulit wajah

Dislike:
- masih mengandung paraben

Rate: 
***/5 

Price: 
It's about IDR 7K or something. Sangat affordable. Bahkan untuk ukuran produk lokal. 

Repurchase? 
No, i can share with my mom when i need it.

Nb: Dari pengalaman aku produk ini tidak memberikan efek secara langsung. Akan tetapi melalui pemakaian yang teratur dan kulit berangsur-angsur membaik. Meskipun ini ditujukan untuk kulit normal, akan tetapi tetap bersahabat digunakan untuk acne prone skin karena formulanya yang ringan. :)

Apakah sampai saat ini aku menggunakannya sebagai second layer toner? No, i only use it when i think my skin start to dry or get less hydrate. Some couple times in a week. 
Untuk kulit yang normal-normal aja dan tidak terlalu bermasalah, i really recommend you this local product.

No comments:

@rynryani. Powered by Blogger.